Mengapa beberapa tanaman asing mampu berkembang pesat dan mendominasi ekosistem baru, sementara yang lain gagal bertahan? Penelitian terbaru yang dipimpin oleh para ilmuwan dari King’s College London mengungkap bahwa jawabannya mungkin terletak pada sejarah evolusi tanaman tersebut jauh sebelum mereka berpindah ke wilayah baru.
Dalam penelitian yang dipublikasikan pada 25 Juni 2026, para peneliti menemukan bahwa spesies tumbuhan yang berasal dari lingkungan dengan keragaman evolusioner tinggi memiliki kemampuan kompetitif yang lebih baik ketika diperkenalkan ke ekosistem baru. Dengan kata lain, mereka telah “terlatih” selama jutaan tahun untuk menghadapi berbagai jenis pesaing.
Tim peneliti menguji hipotesis ini melalui eksperimen padang rumput di Eropa Tengah dengan memperkenalkan 166 spesies tumbuhan ke dalam komunitas tanaman yang telah ada. Mereka kemudian memantau kemampuan masing-masing spesies untuk bertahan hidup selama beberapa musim tanam. Hasilnya menunjukkan bahwa tanaman dari latar belakang evolusi yang lebih beragam memiliki peluang lebih tinggi untuk bertahan dan membentuk populasi baru.
Temuan ini mendukung teori yang dikenal sebagai evolutionary imbalance hypothesis, yaitu gagasan bahwa spesies yang berevolusi di lingkungan dengan persaingan tinggi dan keanekaragaman besar cenderung lebih unggul ketika memasuki ekosistem yang kurang kompetitif.
Menariknya, tanaman-tanaman tersebut tetap mampu berkembang bahkan di lingkungan yang tidak terganggu. Selama ini, para ilmuwan menganggap gangguan seperti pembukaan lahan, perubahan penggunaan tanah, atau kerusakan ekosistem merupakan syarat utama bagi spesies invasif untuk menyebar karena kondisi tersebut mengurangi persaingan. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa tanaman dapat mengatasi persaingan tanpa memerlukan keuntungan tersebut.
Sebaliknya, spesies yang berasal dari lingkungan dengan keragaman evolusi rendah sangat bergantung pada gangguan ekosistem. Tanpa adanya perubahan lingkungan yang mengurangi kompetisi, mereka cenderung kesulitan bertahan hidup dan gagal membentuk populasi baru.
Para peneliti menilai temuan ini penting untuk memahami dan memprediksi penyebaran spesies invasif di masa depan. Di tengah meningkatnya perdagangan global dan perubahan iklim, mengetahui latar belakang evolusioner suatu spesies dapat membantu ilmuwan dan pengelola lingkungan mengidentifikasi tanaman yang berpotensi menjadi ancaman bagi keanekaragaman hayati setempat.
Penelitian ini juga mempertegas bahwa sejarah evolusi suatu spesies dapat menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilannya di lingkungan baru, bahkan ketika ekosistem yang dimasukinya masih berada dalam kondisi alami dan relatif tidak terganggu.
