Selama puluhan tahun, para ilmuwan meyakini bahwa tanaman berbunga atau angiosperma baru mengembangkan hubungan erat dengan hewan penyebar biji setelah kepunahan dinosaurus sekitar 66 juta tahun lalu. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kerja sama tersebut kemungkinan telah dimulai jauh lebih awal.
Analisis fosil yang dipublikasikan dalam jurnal Science menemukan bahwa lebih dari 74 juta tahun lalu, berbagai tanaman berbunga telah menghasilkan buah berdaging berukuran kecil dan biji bersayap yang berpotensi menarik perhatian hewan untuk membantu penyebarannya. Temuan ini mengubah pandangan lama mengenai evolusi awal tanaman berbunga.
Para peneliti menemukan bukti adanya hutan purba yang dipenuhi pepohonan penghasil buah berukuran mirip blueberry. Buah-buahan tersebut diduga menjadi sumber makanan bagi berbagai hewan vertebrata pada masa itu, termasuk mamalia purba mirip hewan pengerat dan beberapa jenis dinosaurus.
Selama ini, para ilmuwan beranggapan bahwa strategi penyebaran biji melalui hewan baru berkembang setelah tumbukan asteroid yang mengakhiri era dinosaurus non-unggas. Kepunahan massal tersebut diyakini membuka peluang bagi mamalia dan tanaman berbunga untuk berkembang pesat.
Namun, bukti fosil terbaru menunjukkan bahwa angiosperma telah memiliki keragaman buah dan biji yang lebih kompleks sebelum peristiwa kepunahan tersebut. Dengan kata lain, hubungan antara tanaman berbunga dan hewan penyebar benih kemungkinan sudah terbentuk ketika dinosaurus masih mendominasi daratan Bumi.
Para peneliti menduga dinosaurus herbivora dan hewan lainnya mungkin memakan buah-buahan tersebut, lalu membantu menyebarkan bijinya ke wilayah baru melalui kotoran atau dengan menjatuhkan biji di lokasi yang berbeda. Mekanisme serupa masih banyak ditemukan pada tumbuhan modern saat ini.
Temuan ini memberikan gambaran baru mengenai ekosistem pada akhir periode Kapur. Hutan pada masa itu tampaknya jauh lebih kompleks dan dinamis daripada yang diperkirakan sebelumnya, dengan interaksi erat antara tumbuhan berbunga dan hewan yang telah berlangsung jutaan tahun sebelum kepunahan dinosaurus.
Penelitian ini juga memperkuat pandangan bahwa keberhasilan tanaman berbunga menjadi kelompok tumbuhan paling beragam di Bumi saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh peristiwa kepunahan massal, tetapi juga oleh inovasi ekologis yang telah mereka kembangkan sejak zaman dinosaurus.
