Seorang remaja berusia 16 tahun berhasil menciptakan game Roblox berjudul Grow a Garden yang kini menjadi fenomena dunia. Game ini memecahkan rekor jumlah pemain serentak terbanyak dalam sejarah, melampaui game-game besar yang membutuhkan waktu bertahun-tahun dan anggaran jutaan dolar untuk dikembangkan.
Grow a Garden menawarkan pengalaman bermain yang santai dan bebas tekanan. Pemain dapat menanam tanaman, memelihara hewan, serta memanen hasil kebun untuk dijual, ditukar, atau bahkan dicuri oleh pemain lain. Dengan estetika yang mengingatkan pada Minecraft dan latar musik klasik yang menenangkan seperti karya Mozart, game ini memberikan suasana yang “chill” bagi para pemainnya.
“Game ini memberikan alternatif yang menyenangkan. Banyak pemain menyebutnya sebagai pengalaman santai seperti Animal Crossing,” kata Becky Bozdech, direktur editorial di Common Sense Media. “Anak saya yang berusia 11 tahun sangat menikmati game ini karena tidak ada tujuan besar yang harus dicapai. Pemain bebas bermain sesuai keinginan.”
Popularitas Grow a Garden meningkat pesat bersamaan dengan pengumuman penundaan peluncuran Grand Theft Auto 6 oleh Take-Two Interactive. Pada akhir Juni, game ini mencatatkan 21,6 juta pemain serentak, melampaui rekor 15,2 juta pemain milik Fortnite. Hal ini juga berdampak positif pada pendapatan Roblox, yang diperkirakan akan melampaui ekspektasi Wall Street pada kuartal ini.
Namun, kesuksesan ini juga memicu perdebatan lama tentang siapa yang dianggap sebagai “gamer sejati.” Apakah mereka yang bermain game santai seperti Grow a Garden masuk kategori gamer, atau hanya mereka yang bermain game seperti Call of Duty dan GTA?
CEO Splitting Point Studios, Janzen Madsen, yang kini memiliki hak atas game ini, berpendapat bahwa game seperti Grow a Garden mencerminkan harapan pemain masa depan. “Dalam lima tahun, ekspektasi pemain akan seperti ini. Jika industri tidak beradaptasi, mereka akan tertinggal,” ujarnya.
Bagi pemain baru, game ini dimulai dengan sebidang tanah kosong, sejumlah uang awal (sheckles), dan satu benih starter. Pemain dapat menanam, memanen, dan menjual hasil panen untuk membeli benih, hewan, atau alat baru. Meski bisa dimainkan tanpa uang sungguhan, progres akan lebih lambat. Pemain juga dapat berburu benih langka yang tersedia di toko benih global, yang diperbarui setiap lima menit.
Leah Ashe, seorang YouTuber dengan 5,3 juta pengikut, menyebut bahwa fitur komunitas game ini sangat menyenangkan. “Kita bisa bekerja sama dengan pemain lain untuk mendapatkan benih langka. Selalu ada sesuatu yang membuat kita ingin kembali bermain,” ujarnya.
Bagi Roblox, yang sebelumnya mendapat kritik atas perlindungan anak, Grow a Garden menjadi angin segar. Dengan pembaruan fitur keamanan seperti pembatasan obrolan dan alat privasi, game ini menjadi ruang yang lebih aman dan menyenangkan bagi anak-anak.
Bozdech menambahkan bahwa Grow a Garden juga dapat menjadi kesempatan bagi orang tua dan anak untuk bermain bersama. “Game ini memberikan pelarian yang dibutuhkan banyak orang dari dunia nyata,” katanya.
Grow a Garden membuktikan bahwa di tengah hiruk-pikuk dunia, sebuah game sederhana dapat menghadirkan kenyamanan dan kebahagiaan bagi jutaan orang.



