Mary, seorang pendukung Alzheimer’s Research UK, menemukan hubungan mendalam dengan berkebun setelah suaminya, Richard, didiagnosis dengan Alzheimer onset muda (juga dikenal sebagai Alzheimer awal).
Mary menceritakan bahwa ketika Richard mulai menunjukkan gejala Alzheimer onset muda, mereka berada di puncak karier mereka. Richard adalah seorang arsitek lanskap, sementara Mary bekerja sebagai desainer fesyen. Namun, saat gejala Richard memburuk, mereka memutuskan untuk pindah ke pedesaan demi mengurangi stres dan kecemasannya. Proses diagnosis yang panjang dan penuh tekanan membuat kondisi Richard semakin menurun, hingga ia harus meninggalkan pekerjaan yang dicintainya.
Sebagai dampaknya, Mary secara bertahap mengambil peran sebagai pengasuh penuh waktu bagi suaminya. Tugas ini membutuhkan komitmen besar, baik dari segi waktu maupun energi, dan sering kali membuatnya merasa sangat terisolasi. Namun, perubahan besar terjadi ketika Mary mulai menjadi sukarelawan di kebun milik Bore Place, sebuah perkebunan di pedesaan Kent.
Bagi Richard, berkebun menjadi pengingat akan masa-masa ketika ia bekerja sebagai arsitek lanskap. Kegiatan ini memberikan ketenangan, meskipun ia tidak lagi dapat mengingat banyak hal. Sementara itu, Mary mendapatkan kesempatan untuk bersosialisasi, berbicara dengan teman-teman, dan menikmati waktu istirahat bersama Richard setelah berkebun.
Mary mengungkapkan bahwa berkebun memiliki dampak besar dalam hidupnya. Aktivitas ini membantunya mengurangi stres sebagai seorang pengasuh, memberikan kesempatan untuk berolahraga, sekaligus menciptakan peluang untuk bertemu dengan teman-teman. Ia menggambarkan berkebun sebagai “cahaya di tengah kegelapan” yang memberikan harapan baru di masa depan. Mary juga merasa senang bahwa pusat kebun Dobbies mendukung Alzheimer’s Research UK dengan mempromosikan manfaat berkebun untuk kesehatan otak.
Manfaat Berkebun untuk Kesehatan Otak
Alzheimer’s Research UK dan Dobbies Garden Centre bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran tentang manfaat berkebun bagi kesehatan otak. Sebagai mitra Think Brain Health, Dobbies mendukung berbagai inisiatif yang menunjukkan bagaimana berkebun dapat menjadi aktivitas yang memperkaya kesehatan fisik dan mental.
Berkebun, baik di taman, balkon, melalui tanaman hias, atau dengan menjadi sukarelawan di ruang hijau, menawarkan banyak manfaat. Aktivitas ini melibatkan gerakan fisik, pembelajaran keterampilan baru, dan interaksi sosial – ketiganya merupakan cara penting untuk mengurangi risiko demensia.
1. Cintai Jantung Anda
Berkebun dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk tetap aktif secara fisik. Aktivitas seperti menggali, menanam, menyiram, dan membawa kantong kompos dapat membantu meningkatkan pergerakan tubuh. Hal ini dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes tipe 2 – semua kondisi yang menjadi faktor risiko demensia.
2. Asah Otak Anda
Berkebun juga menghadirkan peluang untuk mempelajari keterampilan baru. Anda bisa belajar menanam sayuran sendiri, mempercantik pot bunga, atau mengenal lebih jauh tentang hewan dan serangga yang mengunjungi taman Anda. Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membantu menjaga otak tetap tajam dengan menantangnya untuk terus belajar.
3. Jaga Koneksi Sosial
Selain manfaat fisik dan mental, berkebun juga dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial. Taman menyediakan ruang yang damai dan indah untuk berinteraksi dengan teman dan keluarga. Anda bisa menikmati secangkir teh di luar, atau mengundang seseorang untuk mengagumi hasil kerja Anda. Bahkan, restoran di pusat kebun Dobbies juga menjadi tempat yang luar biasa untuk bertemu dan berhubungan dengan komunitas lokal.
Dengan berbagai manfaat ini, berkebun menjadi lebih dari sekadar hobi – ia menjadi alat yang kuat untuk mendukung kesehatan otak dan mengurangi risiko demensia. Sebagai Mary katakan, berkebun telah menjadi sumber harapan dan kebahagiaan di tengah-tengah tantangan hidupnya.



