Tanaman selama ini kita kenal sebagai makhluk hidup yang sunyi. Tapi riset terbaru mematahkan asumsi tersebut. Para ilmuwan menemukan bahwa tanaman ternyata mengeluarkan suara-suara tertentu saat mengalami stres. Suara ini tidak bisa didengar manusia karena berada dalam frekuensi ultrasonik, tapi bisa ditangkap oleh beberapa hewan dan alat khusus.
Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Tel Aviv University di Israel dan dilansir oleh BBC News. Mereka merekam suara tanaman tomat dan tembakau yang dibiarkan tanpa air selama beberapa hari. Hasilnya mencengangkan: tanaman-tanaman itu menghasilkan suara tajam berfrekuensi sekitar 40 hingga 80 kilohertz, yang terjadi secara acak dan meningkat drastis saat tanaman berada dalam kondisi kekeringan atau rusak.
Dalam satu jam, satu tanaman stres bisa mengeluarkan lebih dari 70 suara. Sementara tanaman sehat hanya mengeluarkan beberapa suara atau bahkan sama sekali tidak bersuara. Saat batang tanaman dipotong, suara-suara ini juga muncul. Para peneliti menduga bahwa ini adalah bentuk respons tanaman terhadap tekanan lingkungan, meskipun belum diketahui apakah suara itu disengaja atau hanya efek samping dari proses fisiologis seperti pecahnya gelembung udara di dalam batang.
Yang lebih menarik, suara tersebut bisa dikenali dan dibedakan oleh algoritma AI. Sistem ini mampu mengidentifikasi apakah suara itu berasal dari tanaman kekurangan air, luka fisik, atau faktor lain. Teknologi seperti ini berpotensi besar dalam pengembangan sistem pertanian cerdas. Misalnya, petani bisa menggunakan mikrofon dan algoritma suara untuk mengetahui kapan tanaman butuh air, tanpa menunggu tanda visual seperti layu.
Suara-suara ini mungkin juga memiliki fungsi ekologis. Hewan seperti tikus, kelelawar, dan ngengat bisa mendengar frekuensi tersebut. Bukan tidak mungkin tanaman mengeluarkan suara untuk memengaruhi perilaku hewan di sekitarnya, seperti menghindari herbivora atau menarik penyerbuk.
Temuan ini membuka bab baru dalam pemahaman kita tentang komunikasi tanaman. Mereka mungkin tidak memiliki sistem saraf, tapi jelas mereka bukan makhluk pasif. Seperti yang dilansir BBC, para peneliti menyatakan bahwa dunia tumbuhan jauh lebih dinamis dan responsif daripada yang selama ini kita bayangkan.
Artikel asli dari riset ini telah diterbitkan dalam jurnal Cell, dan membuka banyak pertanyaan baru: Apakah semua tanaman bersuara? Apakah mereka juga “mendengarkan”? Dan jika ya, apa sebenarnya yang mereka coba katakan?



