Peneliti di Brasil baru saja mengungkap penemuan yang berpotensi mengguncang industri medis dan tanaman obat. Dalam laporan yang dilansir dari Earth.com, sebuah tanaman liar bernama Trema micrantha blume, yang tumbuh subur di berbagai daerah tropis Amerika Latin, ditemukan mengandung cannabidiol (CBD) alami — tanpa disertai tetrahydrocannabinol (THC), zat psikoaktif yang selama ini menjadi kontroversi dalam penggunaan ganja medis.
Tanaman ini bukan bagian dari keluarga ganja, tetapi secara mengejutkan menghasilkan senyawa CBD yang sama, yang selama ini dikenal karena khasiatnya dalam mengatasi gangguan kecemasan, peradangan, epilepsi, dan berbagai gangguan neurologis lainnya. Yang membuatnya menonjol adalah tidak adanya THC, sehingga penggunaannya dinilai lebih aman dan berpotensi diterima lebih luas secara hukum.
Penemuan ini dilakukan oleh tim peneliti dari Federal University of Rio de Janeiro. Mereka meneliti struktur molekul dari daun dan buah Trema micrantha, dan berhasil mengidentifikasi kandungan CBD yang aktif. Ini bisa membuka jalan untuk produksi CBD legal tanpa perlu membudidayakan tanaman ganja, yang masih dibatasi secara hukum di banyak negara.
Selain nilai medisnya, tanaman ini memiliki karakter tumbuh yang cepat dan tahan banting. Ia sering tumbuh di lahan terbengkalai dan pinggiran hutan, bahkan dijuluki sebagai “tanaman pengganggu” oleh sebagian petani. Tapi kini, statusnya berubah drastis — dari tanaman liar yang diabaikan, menjadi komoditas potensial bernilai tinggi.
Laporan yang sama dari Earth.com juga menyebutkan bahwa para ilmuwan saat ini sedang mengembangkan cara untuk mengekstraksi CBD dari tanaman ini secara efisien, sekaligus menguji potensi efek samping dan interaksi farmakologisnya. Jika hasilnya konsisten, bukan tidak mungkin Trema micrantha akan menjadi wajah baru dalam industri kesehatan global.
Dengan CBD yang makin dilirik oleh dunia medis dan publik, tanaman ini mungkin saja jadi solusi alternatif yang lebih aman, legal, dan ramah lingkungan dibandingkan sumber CBD konvensional. Penemuan ini membuka lembaran baru dalam pemanfaatan tanaman lokal untuk kebutuhan medis internasional.



