Tanaman ternyata tidak sepenuhnya diam. Di dalam jaringan mereka mengalir sinyal listrik yang berperan dalam berbagai proses penting, mulai dari respons terhadap luka, perubahan lingkungan, hingga komunikasi antarbagiannya. Namun, selama ini sinyal tersebut sulit diamati secara terus-menerus tanpa merusak tanaman.
Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Nature Reviews Materials memperkenalkan solusi baru berupa elektroda berbahan MXene, sejenis material dua dimensi yang memiliki konduktivitas listrik tinggi dan fleksibilitas yang baik. Teknologi ini memungkinkan para peneliti memantau aktivitas listrik tanaman secara real time dengan lebih akurat dan minim gangguan terhadap jaringan tanaman.
Elektroda MXene dapat menempel pada permukaan daun maupun batang secara lebih baik dibandingkan sensor konvensional. Sifatnya yang tipis dan lentur membuatnya mampu mengikuti pertumbuhan serta pergerakan alami tanaman tanpa menghambat fungsi biologisnya.
Kemampuan memvisualisasikan sinyal listrik secara langsung membuka peluang baru dalam bidang pertanian presisi. Para peneliti berharap teknologi ini dapat digunakan untuk mendeteksi lebih awal berbagai kondisi stres pada tanaman, seperti kekurangan air, serangan hama, infeksi penyakit, maupun perubahan suhu ekstrem sebelum gejala fisiknya terlihat.
Di masa depan, sensor semacam ini bahkan berpotensi menjadi bagian dari sistem pertanian pintar yang terhubung dengan perangkat digital dan kecerdasan buatan. Dengan demikian, petani dapat memperoleh “peringatan dini” langsung dari tanaman dan mengambil tindakan lebih cepat serta tepat sasaran.
Temuan ini menambah bukti bahwa tanaman merupakan organisme yang jauh lebih dinamis daripada yang selama ini dipahami. Melalui teknologi sensor generasi baru, para ilmuwan kini semakin dekat untuk memahami “bahasa listrik” yang digunakan tanaman dalam merespons lingkungan di sekitarnya.
