Fenomena langka kembali terjadi di dunia tanaman. Dua bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) mekar hampir bersamaan di The Huntington Library, Art Museum, and Botanical Gardens, California, Amerika Serikat pada Minggu 13 Juli kemarin. Peristiwa yang hanya berlangsung sekitar 24 hingga 48 jam ini berhasil menarik ribuan pengunjung yang ingin menyaksikan langsung salah satu tanaman paling unik di dunia.
Meski dikenal karena aromanya yang menyengat seperti bangkai membusuk, bunga ini justru menjadi daya tarik utama. Pada hari puncak mekarnya, lebih dari 7.000 orang datang dan rela mengantre selama beberapa jam hanya untuk melihat sekaligus mencium aroma khas tanaman tersebut.
Mengapa Disebut Bunga Bangkai?
Bunga bangkai raksasa atau Titan Arum merupakan tanaman asli hutan hujan Sumatera Barat, Indonesia. Nama “bunga bangkai” diberikan karena saat mekar tanaman ini mengeluarkan aroma menyerupai daging yang membusuk.
Bau tersebut bukanlah sebuah kekurangan. Justru itulah strategi alami tanaman untuk menarik serangga penyerbuk seperti lalat dan kumbang pemakan bangkai. Setelah serangga datang, proses penyerbukan dapat berlangsung secara alami.
Mekarnya Sangat Singkat
Salah satu hal yang membuat Titan Arum begitu istimewa adalah siklus mekarnya yang sangat jarang. Tanaman ini biasanya hanya berbunga setiap dua hingga tiga tahun, bahkan ada yang membutuhkan waktu lebih lama tergantung kondisi pertumbuhannya.
Ketika akhirnya mekar, bunganya hanya bertahan sekitar satu hingga dua hari sebelum mulai layu. Karena itulah banyak kebun raya di berbagai negara selalu mengumumkan jadwal mekarnya kepada masyarakat agar tidak melewatkan momen tersebut.
Dua Bunga Mekar Bersamaan Menjadi Peristiwa Langka
Yang membuat peristiwa di California semakin menarik adalah dua tanaman Titan Arum mekar hampir bersamaan. Kedua tanaman yang diberi nama Odora dan Odorysseus itu mencapai puncak mekarnya pada waktu yang hampir sama.
Fenomena ini termasuk langka karena waktu berbunga Titan Arum sulit diprediksi. Kesempatan melihat dua bunga bangkai raksasa mekar secara bersamaan pun menjadi pengalaman yang tidak sering terjadi, bahkan bagi kebun raya yang telah lama membudidayakannya.
Berasal dari Indonesia, Tetapi Terancam di Alam Liar
Walaupun menjadi koleksi favorit di berbagai kebun raya dunia, habitat asli Titan Arum berada di Pulau Sumatera. Sayangnya, populasinya di alam terus menurun akibat hilangnya hutan dan perubahan habitat.
Berbagai lembaga konservasi, termasuk The Huntington, melakukan program budidaya dan penyerbukan untuk membantu menjaga keberlangsungan spesies ini sekaligus mengurangi pengambilan tanaman dari habitat alaminya.
Fakta Menarik Bunga Bangkai Titan Arum
- Berasal dari hutan hujan Sumatera, Indonesia.
- Memiliki tinggi lebih dari 3 meter pada kondisi optimal.
- Menghasilkan aroma menyerupai bangkai hanya saat mekar.
- Masa mekarnya hanya sekitar 24 hingga 48 jam.
- Bau menyengat berfungsi menarik serangga penyerbuk.
- Termasuk tanaman langka yang populasinya terus menurun di habitat alami.
Fenomena mekarnya dua bunga bangkai raksasa secara bersamaan di California menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki salah satu tanaman paling unik di dunia. Meski terkenal karena baunya yang tidak sedap, Titan Arum memiliki peran penting dalam ekosistem dan menjadi simbol pentingnya upaya konservasi tumbuhan langka. Dengan semakin banyaknya program budidaya di berbagai kebun raya, diharapkan spesies endemik Indonesia ini tetap lestari untuk generasi mendatang.
