Green Tech

Aplikasi Baru dari University of Michigan Bisa Kenali Tanaman Tanpa Internet, Cocok untuk Aktivitas di Alam

Mengidentifikasi tanaman saat berada di hutan, pegunungan, atau lokasi dengan sinyal minim sering kali menjadi tantangan. Menjawab kebutuhan tersebut, para peneliti dari University of Michigan meluncurkan aplikasi Michigan Flora, sebuah aplikasi identifikasi tanaman yang tetap dapat digunakan meski tanpa koneksi internet. 

Berbeda dengan kebanyakan aplikasi identifikasi tanaman yang mengandalkan kamera dan pemrosesan berbasis cloud, Michigan Flora menggunakan pendekatan yang lebih ilmiah melalui serangkaian pertanyaan mengenai ciri fisik tanaman. Dengan cara ini, pengguna dapat mengenali spesies berdasarkan karakteristik yang mereka amati secara langsung. 

Tetap Berfungsi di Daerah Tanpa Sinyal

Salah satu keunggulan utama Michigan Flora adalah kemampuannya bekerja secara offline. Seluruh informasi penting telah disimpan di dalam aplikasi sehingga pengguna tidak perlu bergantung pada jaringan seluler saat berada di lapangan.

Fitur ini dinilai sangat berguna bagi pendaki, peneliti, mahasiswa, pemerhati lingkungan, hingga pecinta tanaman yang sering menjelajahi kawasan terpencil. 

Menggunakan Metode Identifikasi Botani

Alih-alih memotret tanaman, aplikasi ini memanfaatkan metode dichotomous key, yaitu sistem identifikasi yang telah lama digunakan dalam dunia botani.

Pengguna akan diberikan dua pilihan karakteristik pada setiap langkah, misalnya bentuk daun, susunan daun, atau ciri bunga. Setelah menjawab beberapa pertanyaan, aplikasi akan mengarahkan pengguna menuju spesies yang paling sesuai.

Untuk memudahkan pengguna awam, istilah-istilah botani yang digunakan juga dilengkapi dengan penjelasan singkat yang dapat dibuka langsung dari aplikasi. 

Memuat Ribuan Data Tanaman

Michigan Flora dikembangkan berdasarkan basis data Michigan Flora Online yang dikelola University of Michigan Herbarium. Basis data tersebut berasal dari lebih dari 1,7 juta spesimen tanaman yang telah dikumpulkan dan diverifikasi selama bertahun-tahun.

Selain membantu proses identifikasi, aplikasi juga menyediakan informasi mengenai:

  • Nama ilmiah dan nama umum tanaman.
  • Foto spesies.
  • Peta persebaran.
  • Status tanaman asli atau introduksi.
  • Informasi habitat dan karakteristik tanaman.
  • Glosarium istilah botani. 

Bukan Aplikasi AI Seperti Kebanyakan

Saat ini banyak aplikasi identifikasi tanaman menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengenali tanaman melalui foto. Michigan Flora mengambil pendekatan yang berbeda.

Aplikasi ini dirancang agar pengguna ikut mempelajari karakter tanaman, bukan hanya menerima hasil identifikasi secara instan. Pendekatan tersebut dinilai dapat meningkatkan pemahaman tentang morfologi tanaman sekaligus mengurangi kemungkinan kesalahan identifikasi akibat kualitas foto yang kurang baik. 

Siapa yang Cocok Menggunakannya?

Michigan Flora dirancang untuk berbagai kalangan, antara lain:

  • Mahasiswa dan peneliti botani.
  • Guru dan pelajar.
  • Pengelola kawasan konservasi.
  • Tukang kebun dan penghobi tanaman.
  • Pendaki serta pecinta alam.

Meski fokus utamanya adalah flora yang terdapat di negara bagian Michigan, konsep aplikasi ini menunjukkan bagaimana basis data ilmiah dapat diubah menjadi alat identifikasi yang praktis untuk penggunaan di lapangan. 

Bisakah Konsep Ini Diterapkan di Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Kehadiran aplikasi identifikasi tanaman yang dapat digunakan tanpa internet berpotensi membantu peneliti, petugas konservasi, maupun masyarakat dalam mengenali berbagai spesies tumbuhan lokal, terutama di kawasan yang belum terjangkau jaringan internet.

Dengan dukungan basis data flora Indonesia yang terus berkembang, konsep serupa dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mendukung upaya konservasi tanaman asli Nusantara.

Peluncuran Michigan Flora menunjukkan bahwa teknologi identifikasi tanaman tidak selalu harus bergantung pada internet atau kecerdasan buatan. Dengan menggabungkan data ilmiah dan metode identifikasi botani klasik, aplikasi ini menawarkan solusi yang praktis sekaligus edukatif bagi siapa saja yang ingin mengenal tanaman lebih dalam, bahkan saat berada jauh dari jangkauan sinyal.