China kini tidak lagi dipandang hanya sebagai pusat manufaktur murah dunia. Dalam dua dekade terakhir, negara tersebut telah menjelma menjadi salah satu kekuatan utama di bidang inovasi, menguasai berbagai sektor strategis mulai dari kecerdasan buatan, kendaraan listrik, energi bersih, robotika, hingga teknologi digital. Kondisi ini mendorong Eropa untuk meninjau kembali strategi industrinya.
Laporan lembaga pemikir Mercator Institute for China Studies (MERICS) menyebut bahwa salah satu tantangan terbesar Eropa adalah kurangnya koordinasi antarnegara anggota Uni Eropa dalam menghadapi kebangkitan teknologi China. Setiap negara memiliki kepentingan ekonomi, tingkat ketergantungan, dan kebijakan industri yang berbeda terhadap Beijing. Akibatnya, respons Eropa sering kali terpecah dan kurang efektif.
MERICS menilai China telah berhasil mengembangkan model pembangunan teknologi yang menggabungkan dukungan negara, investasi besar pada riset dan pengembangan, serta kebijakan industri jangka panjang. Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan-perusahaan China berkembang pesat dan bersaing secara global di berbagai sektor teknologi canggih.
Di bidang kecerdasan buatan (AI), misalnya, China kini menjadi salah satu pemimpin dunia dalam jumlah paten dan pengembangan teknologi. Sementara itu, Eropa masih menghadapi persoalan fragmentasi pasar dan belum mampu membentuk ekosistem inovasi yang setara dengan Amerika Serikat maupun China. Meski kualitas penelitian dan paten Eropa cukup tinggi, kontribusinya secara keseluruhan masih relatif terbatas dibanding dua negara tersebut.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa selama bertahun-tahun banyak perusahaan Eropa melihat China sebagai pasar yang menjanjikan dan lokasi manufaktur yang efisien. Namun, transfer teknologi, kerja sama industri, dan investasi yang dilakukan pada masa lalu kini justru menciptakan pesaing baru yang semakin tangguh. Dalam beberapa sektor, perusahaan China bahkan telah melampaui perusahaan Eropa dalam skala produksi maupun inovasi.
Kondisi ini memunculkan perdebatan di Eropa mengenai perlunya kebijakan industri yang lebih tegas. Sejumlah kalangan mendorong Uni Eropa memperkuat kedaulatan teknologi, meningkatkan investasi riset, melindungi sektor strategis, serta mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok teknologi dari China.
Tantangan Utama Eropa Menghadapi Kebangkitan Teknologi China
| Bidang | Kondisi China | Tantangan Eropa |
|---|---|---|
| Kebijakan Industri | Terpusat dan jangka panjang | Kebijakan antarnegara masih terfragmentasi |
| Investasi Riset dan Pengembangan | Sangat besar dan didukung negara | Pendanaan dan koordinasi tidak merata |
| Kecerdasan Buatan (AI) | Memimpin dalam jumlah paten | Pangsa paten lebih kecil meski kualitas riset tinggi |
| Industri Hijau dan Kendaraan Listrik | Pertumbuhan sangat cepat | Menghadapi persaingan ketat dari perusahaan China |
| Rantai Pasok Teknologi | Semakin mandiri dan terintegrasi | Masih bergantung pada pemasok eksternal di beberapa sektor |
MERICS menilai bahwa tanpa koordinasi yang lebih kuat, Eropa berisiko semakin tertinggal dalam persaingan teknologi global. Kebangkitan China tidak lagi sekadar isu perdagangan, tetapi telah berkembang menjadi tantangan strategis yang menyentuh daya saing industri, keamanan ekonomi, dan posisi Eropa dalam tatanan teknologi dunia di masa depan.
