Secara singkat, bokashi (ぼかし) adalah metode pengomposan asal Jepang yang menggunakan bahan-bahan organik untuk difermentasikan terlebih dahulu secara anaerob dengan mencampurkan mikroorganisme tertentu sehingga tidak menimbulkan bau layaknya pada metode pengomposan tradisional. Secara bahasa sendiri arti dari bokashi adalah gradasi.
Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang profesor hortikultura bernama Dr. Teruo Higa pada 1980-an. Dalam penelitiannya ia menemukan bahwa campuran mikroorganisme tertentu seperti bakteri asam laktat, ragi, dan bakteri fotosintetik dapat mempercepat proses dekomposisi bahan organik tanpa menghasilkan bau yang tidak sedap. Campuran mikroorganisme ini kemudian disebut sebagai mikroorganisme efektif (EM). Sejak saat itulah metode bokashi semakin cepat dikenal dan disukai banyak orang.
Berikut ini adalah perbandingan sederhana proses pengomposan bokashi dengan proses pengomposan tradisional.
Bokashi
Pengomposan Tradisional
Bokashi
Pengomposan Tradisional
Bokashi
Pengomposan Tradisional
Bokashi
Pengomposan Tradisional
Bokashi
Pengomposan Tradisional
Dari beberapa perbandingan di atas, bokashi tampak lebih unggul daripada kompos tradisional karena bokashi memang bertujuan untuk mempercepat pengomposan. Namun hasil akhir dari bokashi masih berbentuk bahan yang terfermentasi sehingga ia baru akan terdekomposisi setelah dicampurkan dengan media tanam.
Berikut ini adalah proses pembuatan kompos dengan metode bokashi. Pada dasarnya, proses pembuatan bokashi ini hanya memerlukan langkah sederhana. Akan tetapi ia membutuhkan kecermatan agar metode ini berhasil.
Bahan utama untuk membuat bokashi adalah limbah organik, seperti sisa makanan, daun, atau kertas. Bahan-bahan ini harus dicacah menjadi potongan kecil untuk mempercepat proses dekomposisi.
Limbah organik dicampur dengan inokulan EM. Inokulan ini biasanya tersedia dalam bentuk cair atau campuran dedak yang telah diinokulasi dengan EM.
Campuran limbah organik dan EM kemudian dimasukkan ke dalam wadah kedap udara untuk fermentasi anaerob selama sekitar 2 minggu. Selama periode ini, mikroorganisme akan memfermentasi bahan organik tanpa kehadiran oksigen.
Setelah fermentasi selesai, bahan tersebut siap digunakan sebagai pupuk organik untuk tanah. Kompos bokashi dapat langsung dicampur dengan tanah atau ditambahkan ke tumpukan kompos untuk pemrosesan lebih lanjut.
Dari penjelasan di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa metode bokashi dapat mempercepat proses pengomposan tanpa membuat bau yang membuatnya ramah lingkungan. Bokashi dapat menjadi metode unggulan untuk membuat kompos dengan cepat.
Bagikan artikel ini:
© Copyright by Tanamderumah